RINGKASAN CEPAT
- Sampai Oktober 2026, tidak ada satu pun merek Mayora yang terdaftar sebagai sasaran kampanye resmi BDS.
- Le Minerale diproduksi PT Tirta Fresindo Jaya, yang di laporan keuangan Mayora berstatus pihak berelasi, bukan entitas anak.
- Manajemen Mayora membantah isu itu dan menyatakan perusahaannya sepenuhnya milik Indonesia serta tunduk pada keputusan pemerintah.
Edaran.ID – Seruan boikot produk yang dianggap pro Israel membuat nama Mayora dan Le Minerale ikut beredar di media sosial.
Jawaban langsung: Mayora tidak masuk daftar boikot resmi gerakan Boycott, Divestment, Sanctions (BDS). Penelusuran Edaran.ID pada panduan boikot yang diterbitkan gerakan itu tidak menemukan nama Mayora, Le Minerale, Torabika, maupun Kopiko. Artikel ini menguraikan isi daftar tersebut, hubungan sebenarnya antara Le Minerale dan Mayora menurut laporan keuangan perusahaan, serta cara memeriksanya sendiri.
Apakah Mayora masuk daftar boikot BDS?
Tidak. Panduan boikot yang diterbitkan BDS National Committee membagi sasarannya ke tiga kategori: perusahaan yang dikampanyekan langsung sebagai sasaran boikot konsumen, boikot organik yang tumbuh dari akar rumput, serta sasaran kampanye tekanan. Nama Mayora, Le Minerale, Torabika, dan Kopiko tidak muncul di satu pun kategori tersebut.
Sebagai pembanding, panduan yang sama memang memuat nama seperti Carrefour, Puma, Intel, Chevron, Siemens, AXA, dan SodaStream. Artinya ketiadaan merek Mayora di sana bukan karena halamannya gagal terbaca, melainkan karena merek itu memang tidak pernah dimasukkan.

Apakah Le Minerale produk Mayora?
Jawabannya tidak sesederhana ya atau tidak. Di situs resminya, Le Minerale mencantumkan PT Tirta Fresindo Jaya sebagai pemegang hak atas merek tersebut.
Nama itu muncul juga di laporan keuangan konsolidasian PT Mayora Indah Tbk untuk tahun buku 2025, tetapi bukan sebagai entitas anak. PT Tirta Fresindo Jaya tercatat di Catatan 34 tentang hubungan berelasi, yaitu perusahaan yang sebagian pemegang saham dan pengurusnya sama dengan Grup Mayora.
Entitas anak yang benar-benar dikonsolidasikan PT Mayora Indah Tbk hanya lima:
| Entitas anak | Bidang usaha | Kepemilikan |
|---|---|---|
| PT Torabika Eka Semesta | Pengolahan kopi bubuk dan instan | 96,23% |
| PT Kakao Mas Gemilang | Pengolahan biji kakao | 92,38% (lewat Torabika) |
| PT Sinar Pangan Barat | Industri makanan olahan | 100% |
| PT Sinar Pangan Timur | Industri makanan olahan | 100% |
| Mayora Nederland B.V. | Jasa keuangan | 100% |
Sumber: Laporan keuangan konsolidasian PT Mayora Indah Tbk dan entitas anak, 31 Desember 2025.
Jadi Le Minerale berada di lingkungan bisnis yang sama dengan Mayora, tetapi secara hukum bukan anak usaha perusahaan terbuka PT Mayora Indah Tbk. Perbedaan itu kerap hilang ketika daftar boikot disalin ulang di media sosial.
Apa kata manajemen Mayora?
Saat isu itu ramai, manajemen PT Mayora Indah Tbk membantahnya dan menegaskan perusahaan tersebut seratus persen milik Indonesia. Manajemen juga menyatakan akan mengikuti apa pun keputusan Pemerintah Republik Indonesia terkait seruan boikot. Pernyataan serupa disampaikan untuk Le Minerale.
Bantahan perusahaan tentu merupakan klaim pihak yang bersangkutan. Nilainya justru bertambah ketika disandingkan dengan daftar resmi BDS, karena keduanya menunjuk ke arah yang sama.
Bagaimana cara mengecek status boikot sebuah merek?
Daftar boikot yang beredar lewat tangkapan layar sering tidak menyebut sumber dan tidak bertanggal. Empat langkah ini cukup untuk memeriksanya sendiri:
- Buka panduan resmi di bdsmovement.net, bukan tangkapan layar yang diteruskan di grup pesan.
- Cari nama perusahaan induknya, bukan nama produknya. Satu grup bisa menaungi puluhan merek dengan nama berbeda.
- Perhatikan kategorinya. Panduan itu membedakan boikot yang dikampanyekan langsung, boikot organik, dan kampanye tekanan.
- Bandingkan dengan pernyataan resmi perusahaan dan dokumen publiknya, seperti laporan keuangan tahunan.

Pertanyaan serupa muncul untuk merek lain. Edaran.ID sebelumnya menelusuri status boikot Wings Group, daftar pasta gigi produksi dalam negeri, serta status air minum Crystalline.
Profil singkat dan bacaan lanjutannya
Menurut situs resminya, PT Mayora Indah Tbk didirikan pada 1977 dengan pabrik pertama di Tangerang dan target pasar Jakarta serta sekitarnya. Perseroan melakukan penawaran umum perdana dan menjadi perusahaan publik pada 1990, lalu melebarkan pasarnya ke sejumlah negara Asia.
Pertanyaan soal Mayora sebenarnya datang dalam beberapa bentuk yang berbeda, dan masing-masing sudah dijawab di halaman tersendiri. Yang menyangkut air kemasannya dibahas di penelusuran soal hubungan Le Minerale dengan Mayora menurut laporan keuangan auditan, termasuk beda status entitas anak dan pihak berelasi. Riwayat perusahaannya sejak akta pendirian diuraikan di sejarah PT Mayora Indah Tbk, sedangkan nama-nama mereknya dikumpulkan di daftar produk Mayora dari biskuit hingga kopi.
Dua hal yang paling sering ditanyakan juga punya halamannya sendiri: siapa produsen Biskuit Roma dan profil Jogi Hendra Atmadja sebagai pendiri sekaligus pemilik Mayora.***






