Market  

Isi Daftar Boikot Resmi BDS per Oktober 2026, Banyak Merek Terkenal Tidak Ada

Avatar

RINGKASAN CEPAT

  • Isinya dibagi tiga kategori dengan tingkat seruan berbeda, bukan satu senarai panjang seperti yang biasa beredar.
  • Jumlah nama di dalamnya jauh lebih sedikit daripada tangkapan layar yang disalin ulang di media sosial.
  • Dua merek perlengkapan olahraga yang masih sering disebut ternyata tercantum sebagai kampanye yang sudah dianggap selesai.

EDARAN.ID – Daftar boikot yang beredar di grup pesan hampir selalu panjang, tanpa tanggal, dan tanpa menyebut siapa yang menyusunnya.

Jawaban langsung: Panduan resmi yang diterbitkan BDS National Committee memuat tiga kategori sasaran dengan total sekitar dua puluh lima nama. Kategori boikot konsumen berisi antara lain Chevron, Intel, Siemens, Carrefour, AXA, dan Disney. Banyak merek yang ramai disebut di Indonesia justru tidak tercantum sama sekali. Isi panduan itu dibaca Edaran.ID pada 11 Oktober 2026 dan bisa berubah sewaktu-waktu.

Siapa saja yang ada di daftar boikot resmi?

Panduan itu membagi sasarannya ke tiga tingkat yang tidak sama artinya.

BACA JUGA:  Pi Network Investasi Ilegal, Jika Bergabung Sebaiknya Tetap Waspada

Kategori pertama, boikot konsumen prioritas, adalah yang seruannya paling keras. Isinya Chevron, Intel, Dell, Siemens, Hewlett Packard, Microsoft termasuk Xbox, Carrefour, AXA, Disney, Teva, SodaStream, dan RE/MAX.

Kategori kedua disebut boikot organik, yaitu kampanye yang tumbuh dari akar rumput lalu didukung gerakan itu: McDonald’s, Coca Cola, Burger King, Papa John’s, Pizza Hut, Domino’s Pizza, dan WIX.

Kategori ketiga bukan seruan boikot penuh, melainkan kampanye tekanan. Di dalamnya ada Google dan Amazon lewat kontrak komputasi awan, ditambah Booking, Airbnb, Expedia, dan Palantir.

Kartu tiga kategori panduan boikot BDS beserta daftar merek di tiap kategori dan merek terkenal yang tidak tercantum
Tiga kategori dalam panduan resmi BDS National Committee, dibaca pada 11 Oktober 2026. Grafik: Edaran.ID

Kenapa banyak merek terkenal justru tidak ada?

Inilah selisih terbesar antara panduan resminya dan daftar yang beredar. Penelusuran pada halaman itu tidak menemukan Starbucks, KFC, Unilever, Nestle, Danone, Prada, Zara, Samsung, Apple, maupun Procter & Gamble.

BACA JUGA:  BDS Indonesia Masukkan Danone dalam Daftar Boikot Produk Pro Israel

Merek Indonesia yang kerap ikut terseret juga tidak ada, termasuk Mayora, Le Minerale, Wings, dan Indofood.

Ketiadaan sebuah nama di sana berarti satu hal yang spesifik: gerakan itu tidak menjadikannya sasaran kampanye. Itu bukan penilaian menyeluruh atas perusahaannya, dan tidak menghalangi siapa pun punya pertimbangan sendiri. Yang keliru adalah menyodorkan panduan tersebut sebagai sumber tuduhan, padahal nama yang dituduhkan tidak ada di dalamnya.

Kenapa Puma masih sering disebut?

Karena namanya memang ada di halaman itu, tetapi di bagian yang berbeda. Puma disebut bersama G4S, Veolia, Orange, dan Pillsbury sebagai contoh perusahaan yang kampanyenya dianggap berhasil dan sudah berakhir.

Adidas muncul dengan pola serupa, yaitu sebagai pembanding ketika gerakan itu menyerukan tekanan terhadap Reebok. Keduanya bukan sasaran aktif saat panduan ini dibaca.

Daftar semacam ini memang bergerak. Nama bisa masuk, dan bisa juga keluar setelah perusahaannya mengubah sikap. Tangkapan layar tanpa tanggal tidak bisa membedakan keduanya.

BACA JUGA:  Adidas Pro Israel dan Bella Hadid Dihapus dari Kampanye, Isu Boikot Disuarakan

Bagaimana memeriksanya sendiri?

Panduannya terbuka dan bisa dibaca siapa saja di bdsmovement.net. Dua hal yang perlu dilakukan saat membacanya: cari nama perusahaan induknya, bukan nama produknya, lalu perhatikan masuk kategori yang mana.

Satu langkah pengaman yang sering dilewatkan: uji dulu pencarian memakai nama yang sudah pasti ada di sana. Kalau nama pembanding pun tidak ketemu, berarti halamannya yang belum terbaca, bukan merek yang dicari memang tidak terdaftar.

Pemeriksaan serupa sudah diterapkan Edaran.ID pada beberapa merek. Hasilnya ada di penelusuran soal merek minyak goreng dan isu boikot, status Wings Group, status Mayora dan Le Minerale, serta produsen air minum Crystalline.***

Cek Berita dan Artikel Edaran.ID lainnya di Google News