RINGKASAN CEPAT
- Label Max di pasangan ini membawa perubahan isi juga, bukan sekadar bentang layar yang dilebarkan dari versi biasanya.
- Lensa jarak jauhnya diganti dengan jangkauan yang lebih panjang, namun bukaannya justru sedikit lebih sempit dari sebelumnya.
- Kerapatan layarnya justru turun dua angka, kebalikan dari dugaan umum soal model yang harganya paling mahal.
EDARAN.ID – Di banyak pasangan ponsel, yang berbodi lebih besar cuma menumpang isi yang sama persis. Pasangan ini bukan salah satunya.
Jawaban langsung: Menurut halaman Spesifikasi Teknis Apple, iPhone 12 Pro dan iPhone 12 Pro Max sama-sama memakai chip A14 Bionic, tiga kamera 12 MP, dan pilihan ruang simpan 128, 256, serta 512 GB. Selain ukuran layar 6,1 inci melawan 6,7 inci dan bobot 187 gram melawan 226 gram, versi Max memakai lensa Telefoto berbukaan f/2.2 dengan zoom optik 2,5x, sedangkan versi biasa f/2.0 dengan zoom optik 2x. Kerapatan layarnya 460 ppi melawan 458 ppi. Angka-angka ini dibaca pada 21 Oktober 2026.
Apa yang berubah di kameranya?
Lensa jarak jauhnya. Versi biasa mencatat Telefoto berbukaan f/2.0 dengan zoom optik 2x memperbesar, sementara versi Max mencatat f/2.2 dengan zoom optik 2,5x memperbesar.
Artinya ada pertukaran, bukan peningkatan murni. Jangkauan versi Max lebih panjang, tetapi bukaannya sedikit lebih sempit sehingga lubang masuk cahayanya lebih kecil.
Rentang zoom optiknya ikut melebar dari 4x ke 5x, dan zoom digitalnya dari 10x ke 12x. Dua lensa lainnya tercatat sama pada keduanya, yakni Wide f/1.6 dan Ultra Wide f/2.4 berbidang pandang 120 derajat.

Kenapa kerapatan layarnya malah turun?
Karena pikselnya bertambah lebih lambat daripada bidangnya. Resolusi naik dari 2532 x 1170 ke 2778 x 1284 piksel, tetapi bentangnya melompat dari 6,1 inci ke 6,7 inci.
Hasilnya 460 ppi pada versi biasa dan 458 ppi pada versi Max. Selisih dua angka itu tidak akan terlihat mata, tetapi cukup untuk membantah anggapan bahwa model termahal selalu paling tajam.
Sisanya memang sejajar. Rasio kontras keduanya 2.000.000:1 dengan kecerahan maksimum 800 nit, dan dua-duanya berjenis OLED Super Retina XDR.
Seberapa jauh jarak ukurannya?
Lumayan jauh. Versi biasa setinggi 146,7 mm dan selebar 71,5 mm, sedangkan versi Max setinggi 160,8 mm dan selebar 78,1 mm, dengan ketebalan yang sama 7,4 mm.
Bobotnya yang paling terasa. Dari 187 gram menjadi 226 gram, selisih 39 gram, dan itu angka terlebar di seluruh perbandingan ini.
Warnanya sendiri tidak ikut membedakan. Keduanya ditawarkan dalam empat pilihan yang sama, yakni Biru Pasifik, Emas, Abu-abu Grafit, dan Perak.
Imbalannya baterai. Pemutaran videonya naik dari 17 jam ke 20 jam, dan audionya dari 65 jam ke 80 jam.
Mana yang lebih masuk akal dicari?
Kalau pemakaiannya banyak memotret obyek jauh, versi Max memberi satu langkah tambahan lewat zoom optik 2,5x. Daya tahannya pun lebih panjang tiga jam untuk video.
Kalau ponselnya sering dipakai satu tangan atau dimasukkan saku, 39 gram dan tambahan lebar 6,6 mm adalah ongkos yang nyata. Chip, kapasitas, dan dua lensa lainnya toh sudah sama.
Harga pasaran bekas keduanya dicatat di catatan harga iPhone 12 dan Pro Max bekas. Beda antara versi biasa dan versi Pro di generasi yang sama diuraikan pada perbandingan iPhone 12 dan iPhone 12 Pro. Cara mengujinya terhadap angka resmi diuraikan di panduan mencocokkan iPhone sebelum dibeli.***






