Techno  

Samsung Innovation Campus Batch 8 Mulai Coding

Avatar
Belasan siswa SMP duduk berderet menghadap komputer di sebuah ruang kelas komputer, sebagian memakai headset
Ilustrasi ruang kelas komputer di sebuah SMP di Taiwan; bukan dokumentasi kegiatan Samsung Innovation Campus. Foto: 褒忠國中 雲端網 / Wikimedia Commons, CC BY 2.0

EDARAN.ID – Sebanyak 6.000 peserta terpilih Samsung Innovation Campus Batch 8 merampungkan Stage 1: Code Kick-Start – Python Programming yang berlangsung 27 Agustus hingga 28 September 2026. Mereka disaring dari 14.806 pendaftar di seluruh Indonesia. Samsung Electronics Indonesia mengumumkan hasilnya lewat siaran pers pada 3 Oktober 2026.

Berapa yang mendaftar dan berapa yang lolos?

Pendaftar Batch 8 tercatat 14.806 orang, dan 6.000 di antaranya lolos ke Stage 1. Artinya sekitar empat dari sepuluh pendaftar diterima.

Angka itu jauh berbeda dari angkatan sebelumnya. Dalam siaran pers pembukaan Batch 8 pada 21 Juli 2026, Samsung menyebut Batch 7 menjaring 7.736 pendaftar dengan 5.500 peserta melaju ke tahap pertama – sekitar tujuh dari sepuluh pendaftar. Jumlah pendaftar hampir dua kali lipat dalam satu angkatan, sementara kuota tahap pertama hanya bertambah 500 kursi.

Lihat juga: Samsung Galaxy A08 dijual mulai Rp 2.999.000.

Apa yang dipelajari peserta di Stage 1?

Stage 1 memakai Python sebagai bahasa pemrograman. Materinya konsep dasar: variable, data types, operators, conditional statements, looping, functions, serta collections seperti lists dan dictionaries. Peserta juga mendapat technical mentoring untuk membedah kendala yang biasa muncul saat belajar coding, termasuk syntax error dan programming logic.

BACA JUGA:  Harga Samsung Galaxy S22 Ultra Semakin Murah di Awal September 2024, Masih Salah Satu yang Terbaik Saat ini
Layar editor kode menampilkan skrip Python di samping grafik hasil simulasi matplotlib
Ilustrasi kode Python di editor Visual Studio Code; komentar kode dan label grafik pada tangkapan layar ini berbahasa Jerman. Bukan dokumentasi kegiatan Samsung Innovation Campus. Foto: MikeRun / Wikimedia Commons, CC BY-SA 4.0

Di luar penulisan kode, Samsung menyebut Stage 1 dipakai untuk melatih problem solving dan computational thinking lewat pendekatan project-based learning: memecah masalah jadi bagian kecil, mengenali pola, lalu menyusun langkah penyelesaian.

“Yang paling penting dalam belajar coding bukan hanya memahami syntax, tetapi memahami kapan dan mengapa sebuah konsep digunakan,” kata Rahmat Fajri, AI Engineer sekaligus trainer program tersebut, dalam siaran pers Samsung.

Berapa peserta yang lanjut ke tahap berikutnya?

Jumlahnya menyusut di tiap tahap. Setelah Stage 1, peserta melalui seleksi lagi sebelum masuk ke materi IoT dan AI.

Tahapan Samsung Innovation Campus Batch 8, data per 3 Oktober 2026, sumber: siaran pers Samsung Electronics Indonesia
Tahap Materi Jumlah peserta
Stage 1 Code Kick-Start – Python Programming 6.000
Stage 2 IoT – Device Hardware Discovery 1.500
Stage 3 AI Crafting 700
Stage 4 Final Integration dan Final Judging Tidak disebutkan
BACA JUGA:  Harga Beda Tipis, ini Spesifikasi Samsung Galaxy S22 Ultra dan iPhone 11 Pro Max

Dari 6.000 peserta Stage 1, tersisa 700 orang di Stage 3 – sekitar 12 persen. Samsung tidak menyebut berapa peserta yang maju ke Stage 4 maupun kapan Final Judging digelar.

Siapa yang bisa ikut dan apa yang didapat peserta?

Program ini terbuka bagi siswa SMA, SMK, dan MA serta mahasiswa aktif di seluruh Indonesia. Pendaftaran Batch 8 dibuka 16 Juli sampai 18 Agustus 2026. Seluruh pelatihan diberikan tanpa biaya.

Manfaat yang dijanjikan di siaran pers pembukaan: mentoring bersama praktisi, IoT Course Kit untuk membuat prototipe, akses ke komunitas alumni, kesempatan ikut kompetisi berhadiah, dan sertifikat resmi Samsung Innovation Campus.

Samsung Innovation Campus adalah program Corporate Social Responsibility Samsung Electronics Indonesia, bukan produk komersial. Selain peserta didik, Samsung menyebut lebih dari 500 guru dan dosen telah mengikuti program ini, tanpa merinci sejak angkatan berapa.

Lihat juga: verifikasi developer Android aktif di Indonesia.

Apa yang belum diumumkan Samsung?

Siaran pers 3 Oktober 2026 tidak memuat sebaran 6.000 peserta menurut provinsi, kota, maupun sekolah dan kampus asal. Tidak ada pula pemisahan antara peserta tingkat SMA/SMK/MA dan mahasiswa.

BACA JUGA:  Samsung Galaxy A24 Banting Harga di Bulan Ramadan, HP yang Dibekali Layar Super AMOLED dan RAM 8 GB

Samsung juga tidak menyebut total alumni program sejak Batch 1, tidak menyebut lembaga mitra yang menggarap kurikulum atau pelatihan, dan tidak mencantumkan tanggal Final Judging. Angka dampak lanjutan – berapa alumni yang bekerja di bidang teknologi, misalnya – tidak ada di dokumen itu.

Satu-satunya jejak alumni yang disebut Samsung adalah Tim Outliers, Best Team kategori universitas Batch 7, yang mengembangkan PhysioTrack, alat bantu rehabilitasi pasca stroke berbasis AI dan IoT. Itu contoh tunggal, bukan data agregat.

Langkah berikutnya yang sudah pasti: 1.500 peserta hasil seleksi Stage 1 melanjutkan ke Stage 2 dengan materi IoT, sebelum jumlahnya dipangkas lagi menjadi 700 orang di Stage 3. Rincian selengkapnya ada di siaran pers Samsung Electronics Indonesia dan pengumuman pembukaan Batch 8.

***

Cek Berita dan Artikel Edaran.ID lainnya di Google News