Market  

Apakah Wings Pro Israel atau Tidak, ini Fakta dan Sejarahnya

Avatar
Beberapa bungkus Mie Sedaap aneka rasa di dalam keranjang belanja toko, logo WINGS FOOD terlihat di kemasan, dengan teks judul "Wings Tidak Ada di Daftar Boikot Resmi BDS"
Produk Mie Sedaap keluaran Wings Group di sebuah toko. Foto: Indonesiagood / Wikimedia Commons, CC BY 4.0, diberi teks judul oleh Edaran.ID

RINGKASAN CEPAT

  • Wings Group tidak tercantum dalam daftar boikot resmi yang diterbitkan gerakan BDS, baik untuk produk makanan maupun kebutuhan rumah tangganya.
  • BDS memakai boikot tertarget, yaitu memilih sedikit perusahaan dengan keterkaitan paling jelas, sehingga sebagian besar merek memang tidak pernah masuk daftar.
  • Daftar resmi BDS bisa dicek sendiri di situs bdsmovement.net, sehingga kabar boikot yang beredar di media sosial tidak perlu ditelan mentah.

Jakarta, Edaran.ID – Pertanyaan soal apakah produk Wings termasuk yang diboikot kembali ramai beredar di media sosial.

Jawaban langsung: Wings Group tidak masuk daftar boikot resmi yang diterbitkan gerakan Boycott, Divestment, Sanctions (BDS). Penelusuran Edaran.ID pada panduan boikot resmi gerakan tersebut tidak menemukan nama Wings, Mie Sedaap, maupun So Klin di antara perusahaan yang disebut. Artikel ini merinci siapa saja yang benar-benar ada di daftar itu, kenapa merek lokal jarang masuk, dan bagaimana cara mengeceknya sendiri.

Apakah Wings masuk daftar boikot BDS?

Tidak. Panduan boikot yang diterbitkan BDS National Committee memuat daftar perusahaan yang menjadi sasaran kampanye, dan tidak satu pun merek Wings ada di dalamnya. Pemeriksaan dilakukan dengan menelusuri nama Wings, Mie Sedaap, dan So Klin di seluruh isi halaman panduan itu, dan ketiganya nihil.

BACA JUGA:  Masuk Daftar Boikot, Ternyata ini Pemilik Unilever dan Kaitannya dengan Israel

Kabar sebaliknya banyak beredar lewat tangkapan layar daftar boikot yang disebar ulang di media sosial dan grup pesan. Daftar semacam itu umumnya tidak menyebutkan sumber, tidak mencantumkan tanggal, dan mencampur perusahaan yang benar-benar ditarget dengan merek yang hanya kebetulan terdengar asing.

Kenapa merek Indonesia jarang masuk daftar BDS?

Karena BDS tidak mengajak memboikot semua perusahaan sekaligus. Panduannya menjelaskan bahwa gerakan ini sengaja memilih perusahaan dalam jumlah relatif kecil secara cermat, pendekatan yang mereka sebut boikot tertarget, supaya tekanan terkumpul pada sasaran yang paling mungkin berubah.

Konsekuensinya, daftar itu jauh lebih pendek daripada yang dibayangkan banyak orang. Perusahaan yang masuk umumnya dinilai gerakan tersebut punya peran langsung dalam kebijakan Israel atas Palestina, bukan sekadar berasal dari luar negeri. Merek lokal seperti Wings tidak berada dalam kategori itu.

BACA JUGA:  Donat J.Co Jadi Sasaran Boikot Produk Pro Israel, Ternyata Buatan Tukang Cukur di Indonesia

Siapa saja yang benar-benar disebut BDS?

Panduan BDS menyebut sejumlah perusahaan multinasional. Gerakan ini membaginya ke beberapa kategori: ada yang dikampanyekan langsung sebagai sasaran boikot konsumen, ada yang didorong lewat divestasi, dan ada pula boikot organik yang tumbuh dari akar rumput tanpa dikomando. Berikut sebagian nama yang muncul di panduan tersebut.

Perusahaan Sektor
Carrefour Ritel
Puma Perlengkapan olahraga
Intel Semikonduktor
Siemens Teknologi industri
Chevron Energi
AXA Asuransi
Teva Farmasi
SodaStream Peralatan rumah tangga

Tiap kategori menuntut tindakan yang berbeda, dan pembagiannya bisa dibaca langsung di panduan resmi BDS. Daftar di atas bukan daftar lengkap, melainkan sebagian nama yang disebut di sana.

Dua orang membentangkan spanduk kampanye BDS bertuliskan Boicot Carrefour di depan sebuah gerai di Spanyol
Spanduk kampanye BDS terhadap Carrefour di Spanyol. Carrefour termasuk perusahaan yang disebut dalam panduan resmi gerakan ini; tulisan pada spanduk adalah klaim pengunjuk rasa. Foto: B.N.Sanchez. / Wikimedia Commons, CC BY-SA 4.0

Bagaimana cara mengecek status sebuah merek?

Kabar boikot paling sering keliru karena sumbernya tidak pernah ditengok. Empat langkah ini cukup untuk memeriksanya sendiri:

  1. Buka panduan resmi di bdsmovement.net, bukan tangkapan layar daftar yang beredar di grup pesan.
  2. Cari nama perusahaan induknya, bukan nama produknya. Satu perusahaan bisa menaungi puluhan merek dengan nama yang sama sekali berbeda.
  3. Perhatikan tanggal. Sasaran kampanye bisa berubah ketika sebuah perusahaan mengubah kebijakannya.
  4. Bandingkan dengan pernyataan resmi perusahaan yang bersangkutan, lalu nilai keduanya berdampingan.
BACA JUGA:  Gerakan Boikot Produk Pro Israel Masif, Mendag: Pemerintah Tidak Memboikot Produk Mana Pun!
Rak minimarket Ceria Mart di Cileungsi berisi aneka produk kebutuhan rumah tangga
Ilustrasi rak produk kebutuhan rumah tangga di minimarket. Foto: Nur Cholis / Wikimedia Commons, CC BY-SA 3.0

Pertanyaan serupa juga muncul untuk merek lain. Edaran.ID sebelumnya menelusuri daftar pasta gigi produksi dalam negeri, status air minum Crystalline, serta penyebab Downy disebut terafiliasi dengan Israel.

Sejarah singkat Wings Group

Wings berdiri di Surabaya pada 1948. Usahanya bermula dari produksi sabun batangan bermerek Wings Soap, dirintis Harjo Sutanto bersama Johanes F. Katuari, sebelum lini produknya meluas ke deterjen, perawatan rumah tangga, dan makanan.

Pada masa pandemi COVID-19 perusahaan ini juga memproduksi masker medis WingsCare Protector dan disinfektan Wiz24.***

Cek Berita dan Artikel Edaran.ID lainnya di Google News