Bulukumba, Edaran.ID – Dinas Kesehatan (Dinkes) Bulukumba telah mempersiapkan sebanyak 135.900 vial dosis untuk pelaksanaan Pekan Imunisasi Nasional (PIN) Polio.
Acara pencanangan PIN Polio tingkat Kabupaten diawali oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Muh Ali Saleng di SDIT Wahdah Islamiyah Kelurahan Ela Ela Kecamatan Ujungbulu, pada Selasa, 23 Juli 2024.
Sekda Ali Saleng mengapresiasi kerjasama dari SDIT Wahdah Islamiyah yang telah bersedia menjadi lokasi pelaksanaan pencanangan PIN Polio.
Menurutnya, keputusan ini didasarkan pada kesiapan sekolah dalam mendukung program imunisasi polio yang dicanangkan oleh pemerintah.
“Pencanangan PIN Polio di SDIT Wahdah Islamiyah menunjukkan komitmen mereka untuk mendukung program pemerintah, termasuk dalam upaya melindungi anak-anak dari penyakit polio,” ujar Sekda.
Imunisasi polio dilakukan secara massal sebagai respons atas laporan Kejadian Luar Biasa (KLB) akibat virus polio di beberapa wilayah Indonesia.
Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kekebalan kelompok dan mengurangi risiko penularan virus polio di masyarakat.
Kepala Dinas Kesehatan Bulukumba, dr Amrullah, menegaskan pentingnya keterlibatan semua pihak dalam mendukung program imunisasi ini.
Dengan tema nasional “Imunisasi Lengkap, Indonesia Kuat,” ia menekankan bahwa imunisasi adalah kunci untuk mencegah Penyakit yang Dapat Dicegah dengan Imunisasi (PD3I).
“Pemerintah Kabupaten Bulukumba menargetkan 95% hingga 100% cakupan imunisasi untuk populasi anak usia 0-7 tahun 11 bulan 29 hari. Ini termasuk sweeping selama 5 hari untuk memastikan semua anak mendapatkan perlindungan penuh dari polio,” tambah dr Amrullah.
Pelaksanaan PIN Polio melibatkan 21 puskesmas dan 632 Posyandu di Kabupaten Bulukumba, serta melibatkan 60 PAUD, 383 TK, dan 367 SD/MI sebagai titik distribusi imunisasi. Dalam upaya mencapai target sasaran, dr Amrullah mengharapkan agar petugas kesehatan di lapangan menjalankan tugas dengan baik.
Acara pencanangan PIN Polio turut dihadiri oleh unsur Forkopimda, Camat Ujungbulu Andi Ashadi, Lurah Ela Ela Sumiati, serta perwakilan dari Puskesmas Caile dan guru pembina SDIT Wahdah Islamiyah.






