Market  

Apakah Prada Pro Israel atau Tidak, Begini Fakta-faktanya

Avatar
Ilustrasi kosmetik. (Foto: IST)

EDARAN.ID – Gerakan boikot terhadap produk-produk yang terafiliasi dengan Israel kembali mendapat sorotan di masyarakat internasional.

Hal tersebut dipicu akibat meningkatnya eskalasi serangan Israel ke Gaza.

Gerakan ini mempengaruhi sejumlah produk, tidak hanya dari sektor makanan, tetapi juga kosmetik.

Melansir Palestinian BDS National Committee, Senin (17/6/2024), mengidentifikasi beberapa merek kosmetik yang masuk dalam daftar boikot, termasuk yang tersedia di Indonesia.

BACA JUGA:  Apakah Air Minum Le Minerale Terafiliasi dengan Israel atau Tidak, ini Faktanya

Antara lain L’Oreal Paris, Garnier, Maybelline New York, NYX, 3CE, Lancome Paris, Kiehl’s, Giorgio Armani Beauty, Yves Saint Laurent.

Kemudian Shu Uemura, Urban Decay, Prada, L’Oreal Professionnel Paris, Kerastase Paris, Matrix, La Roche Posay, dan CeraVe.

Di Indonesia sendiri, gelombang solidaritas terhadap Palestina juga mencapai titik tertinggi.

Belum lama ini, ribuan warga berkumpul di depan Kedubes Amerika Serikat di Jakarta Pusat.

BACA JUGA:  Diduga Pro Israel, Konser Bruno Mars di Jakarta Indonesia Terancam Diboikot

Aksi bela Palestina ini bertajuk “All Eyes on Rafah”.

Aksi ini merupakan bagian dari upaya koalisi Indonesia Bela Baitul Maqdis untuk menyoroti kondisi kemanusiaan di Gaza yang semakin memburuk akibat serangan Israel.

Aksi ini telah menjadi rutinitas dalam beberapa tahun terakhir sebagai bentuk protes terhadap tindakan agresif Israel di wilayah Palestina.

Dampaknya, beberapa merek dan produk yang berhubungan dengan Israel atau perusahaan-perusahaan yang terafiliasi dengan Israel mulai mengalami penurunan minat konsumen di Indonesia.

BACA JUGA:  Diserang Isu Boikot Pro Israel, Pizza Hut Buka Gerai Ristorante

Seiring dengan dukungan internasional yang semakin membesar terhadap gerakan boikot ini.

Terus mengikuti perkembangan lebih lanjut hanya di Edaran.ID untuk informasi terbaru mengenai gerakan ini dan respons global terhadap konflik di Timur Tengah.***

Cek Berita dan Artikel Edaran.ID lainnya di Google News