Techno  

Presiden Amerika Serikat Joe Biden Keluhkan Service iPhone yang Terlalu Mahal

Avatar
ATLANTA, GA - OCTOBER 27: Democratic presidential nominee Joe Biden holds his phone as he arrives at Atlanta International Airport on October 27, 2020 in Atlanta, Georgia. Biden is campaigning in Georgia on Tuesday, with scheduled stops in Atlanta and Warm Springs. (Photo by Drew Angerer/Getty Images)

EDARAN.ID – Presiden Amerika Serikat (AS), Joe Biden, mengeluhkan biaya servis iPhone yang mahal.

Karena itu, Amerika Serikat mengeluarkan aturan untuk menekan harga servis ponsel.

Pihak Apple kemudian angkat bicara perihal tersebut, dan memastikan akan mematuhi aturan itu.

Undang-undang untuk perbaikan elektronik (rights-to-repair) merupakan hasil dorongan dari Presiden Joe Biden. D

Apple mengatakan siap mendukung aturan tersebut. Produsen iPhone akan menyediakan suku cadang, peralatan, dan dokumentasi panduan untuk memperbaiki iPhone dan komputer ke tempat servis independen serta konsumen di AS.

BACA JUGA:  Rekomendasi iPhone Harga di Bawah Rp 10 Juta Terbaru Mei 2024, Lengkap dengan Spesifikasinya

Mulai 2019, Apple telah mendistribusikan suku cadang dan manual pada sejumlah tempat servis independen. Sementara pada Agustus lalu, perusahaan juga mendukung Undang-Undang yang sama di California.

Aturan tersebut mengharuskan perusahaan memberikan akses dari suku cadang, peralatan, dan manual untuk perbaikan pada layanan servis independen dan konsumen dengan harga yang wajar.

“Kami menghormati ketentuan perbaikan baru California di seluruh Amerika Serikat,” kata wakil presiden service dan operasional Apple, Brian Naumann, dikutip dari Reuters, Rabu (25/10/2023).

BACA JUGA:  Harga dan Spesifikasi Samsung Galaxy A25 5G, Kameranya Pakai OIS Cocok Dipakai Bikin Konten

“Apple juga percaya konsumen dan bisnis akan mendapatkan manfaat dari aturan untuk menyeimbangkan perbaikan dengan produk yang berintegrasi, berguna dan aman secara fisik,” imbuhnya.

Direktur Dewan Ekonomi Nasional, Lael Brainard memuji keputusan Apple. Menurutnya, komitmen dari perusahaan swasta bisa menurunkan biaya untuk konsumen dan membuang sampah yang tidak perlu.

Brainard menambahkan perbaikan perangkat elektronik bisa menghemat biaya hingga US$49,6 miliar per tahun. 

BACA JUGA:  iPhone XR Masih Kebagian, ini Daftar iPhone yang Masih Dapat Update i0S 18

Selain itu mengurangi 7 juta ton limbah elektronik tahunan di AS dan meningkatkan jumlah tempat servis kecil independen.

Cek Berita dan Artikel Edaran.ID lainnya di Google News