Techno  

Pantas Aman, Ternyata Begini Cara Apple agar iPhone Tidak Mudah Dibobol

Avatar
Seorang perempuan sedang menggunakan perangkat iPhone.

EDARAN.ID – Produk Apple dikenal dengan keamanannya yang baik. Termasuk pada produk iPhone.

Apple membekali perangkat buatannya agar tidak mudah dibobol hacker.

Ternyata Apple punya cara jitu untuk membuat agar iPhone tidak mudah di bobol.

Cara yang dilakukan Apple adalah dengan cara merekrut hacker, seperti dilansir dari Unilad, Kamis (23/11/2023).

Hacker tersebut bertugas untuk meretas perangkat baru iPhone , yakni iPhone 15.

BACA JUGA:  Harga Terbaru iPhone 14 Pro di iBox, Masih Ada Diskon, Sisa Segini di Januari 2024

Seperti di Paris misalnya, para insinyur berupaya membobol iPhone menguak kelemahannya.

chip A17 Pro yang mengendalikan segala hal yang terjadi di iPhone sekaligus bagaimana ia berfungsi perlu dienkripsi untuk memastikan semua data yang diproses aman.

Misalnya, untuk memastikan foto yang diunggah ke iCloud tidak dicuri.

Apapun dilakukan oleh Apple untuk mencoba dan mengidentifikasi bagaimana kelemahan chip ini.

Setelah menemukan kelemahannya, mereka akan bekerja untuk mencari solusi, dan akan terus begitu hingga menemukan chip dan iPhone yang seaman mungkin.

BACA JUGA:  Kapan iPhone SE 4 Diluncurkan, ini Bocorannya Termasuk Harga dan Spesifikasi

“Menurut saya, apa yang terjadi adalah ada banyak dan banyak jalan bagi serangan. Hal ini disebabkan oleh semakin luas dan luasnya penyebaran teknologi. Teknologi lebih banyak digunakan dalam lebih banyak skenario,” ujar Ivan Krstić, Kepala Teknik dan Arsitektur Keamanan Apple.

Ia juga menambahkan bahwa fenomena ini menciptakan lebih banyak kesempatan bagi penyerang untuk datang dan mengembangkan beberapa keahlian dalam melakukan serangan.

BACA JUGA:  Spesifikasi Resmi Poco X6 Setelah Diluncurkan, Chipsetnya Kencang, Kameranya Berkelas

Memang serangan sekuat ini tidak akan dialami oleh kebanyakan orang.

Namun saat perangkat pengintai ini disalahgunakan, maka bisa mengganggu beberapa pihak seperti jurnalis dan diplomat yang memegang informasi penting.

“Jadi, bagi kami ini bukanlah keputusan bisnis. Ini soal melakukan hal yang benar,” pungkasnya.

Cek Berita dan Artikel Edaran.ID lainnya di Google News