Techno  

5 Daftar Mesin Uang Israel di Indonesia, Banyak Digunakan Sehari-hari

Avatar
Ilustrasi orang sedang menggunakan maps di atas mobil.

EDARAN.ID – Israel dikenal sebagai negara yang pesat menumbuhkan perkembangan teknologi.

Bahkan, pertumbuhan ekonomi Israel ditopang dari industri yang bergerak di bidang teknologi.

Beberapa startup Israel digunakan masyarakat dunia, bahkan di Indonesia.

Akhir-akhir ini, gerakan boikot produk Israel massif diteriakkan masyarakat dunia.

Itu akibat dari dampak konflik Israel dan Palestina.

Berikut ini 5 mesin uang Israel yang banyak digunakan di Indonesia:

1. Waze
Layanan peta digital ini banyak digunakan oleh pengguna global. Aplikasi itu menggunakan data real time dari pengguna, lalu akan memberikan rute terbaik dengan mengukur seperti kecelakaan maupun macet.

BACA JUGA:  Harga Terbaru Samsung Galaxy M14 5G di Januari 2024, Kapasitas Baterainya 6000 mAh

Perusahaan tersebut didirikan oleh Uri Levine, Ehud Shabtai dan Amir Shinar pada 2008. Sekitar 2013, perusahaan dibeli oleh Google dengan harga US$1,1 miliar.

2. Firebolt
Startup ini berdiri pada 2019 dan didirikan oleh Ariel Yaroshevich, Eldad Farkash, dan Saar Bitner. Sejauh ini, Firebolt telah mendapatkan pendanaan US$26 juta dan Alkeon Capital jadi salah satu investornya.

Sebagai informasi, Firebolt telah mengembangkan data cloud untuk pengguna dapat menyederhanakan akses pada wawasan serta kemampuan analisanya. Selain itu, pengguna dapat menganalisa sub-second dan memanfaatkan teknologi komputasi serta penyimpanan yang dioptimalkan.

BACA JUGA:  Andi Edy Manaf Gugah Hati ASN Saat Apel Gabungan, Rp 10 Juta Terkumpul untuk Palestina

3. Tailor Brands
Didirikan pada 2014, startup teknologi pemasaran itu memanfaatkan teknologi AI. Selain itu, Tailor Brands juga menyediakan logo dan web yang dipersonalisasi serta untuk membentuk LLC.

Perusahaan ini didirikan oleh Nadav Shatz, Tom Lahat, dan Yali Saar. Startup tersebut telah mengamankan pendanaan mencapai US$70,6 juta dari investor seperti GoDaddy dan Pitango VC.

4. Jolt
Jolt berdiri pada tahun 2015 oleh Lior Frenkel, Nadav Leshem, Nitzan Cohen Arazi, dan Roei Deutsch. Pendanaan yang telah didapatkan US$23,3 juta, dari investor termasuk Balderton Capital, Octopus Ventures, UpWest, serta Hillsven Capital.

BACA JUGA:  Harga iPhone 14 Turun Lagi di iBox Februari 2024, Ada Diskon Hingga 25 Persen

Beberapa lulusan program dari startup ed-tech ini bekerja di Uber, Netflix, Shopify, Facebook, dan YouTube.

5. Helios
Helios didirikan oleh Eli Cohen dan Ran Nozik. Mereka membuat perusahaan yang dapat memecahkan masalah, memahami dan menguji seluruh layanan serta aplikasi.

Startup tersebut telah meraih pendanaan sebesar US$5 juta. Beberapa investornya termasuk Entree Capital dan Amiti Ventures.

Cek Berita dan Artikel Edaran.ID lainnya di Google News