Market  

Rose Brand Produk Indonesia atau Impor, Ini Perusahaan di Baliknya

Avatar

RINGKASAN CEPAT

  • Nama berbahasa asing di kemasan tidak menunjukkan apa pun soal kebangsaan perusahaan pembuatnya maupun lokasi pabriknya.
  • Pendaftarnya perseroan terbuka asal Lampung yang menyebut dirinya bagian dari sebuah kelompok usaha pertanian dalam negeri.
  • Panduan kampanye resmi sama sekali tidak memuat nama perusahaan itu ketika ditelusuri bersama tujuh nama pembanding.

EDARAN.ID – Sebagian orang menghindari Rose Brand hanya karena namanya terdengar asing, tanpa pernah melihat siapa yang mendaftarkannya.

Jawaban langsung: Rose Brand didaftarkan PT Tunas Baru Lampung Tbk, perseroan terbuka Indonesia, dengan izin edar MD 123719001800989. Perusahaan itu menyebut dirinya anggota Sungai Budi Group di situs resminya, dan namanya tidak tercantum di panduan boikot resmi gerakan BDS.

Rose Brand produk mana?

Izin edar minyak goreng Rose Brand tercatat di BPOM atas nama PT Tunas Baru Lampung Tbk. Sebagian kemasan lain terdaftar atas nama PT Budi Nabati Perkasa.

BACA JUGA:  Apakah Biskuit Roma Produk Israel, Cek Fakta yang Sebenarnya di Sini

Di situs resminya, Tunas Baru Lampung menyatakan diri sebagai salah satu anggota Sungai Budi Group, yang disebutnya perintis industri pertanian di Indonesia. Sahamnya diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia.

Adanya dua pendaftar untuk satu merek bukan kejanggalan. Perusahaan besar lazim mendaftarkan kemasan atau lini produk yang berbeda lewat badan hukum yang berlainan, misalnya karena pabriknya berbeda. Itu sebabnya pencarian satu merek di BPOM kerap mengembalikan lebih dari satu nama perusahaan sekaligus.

Awalan MD pada nomor izin edarnya juga membawa keterangan sendiri. Kode itu dipakai untuk pangan olahan yang diproduksi di dalam negeri, berbeda dari awalan ML yang menandai produk impor. Jadi nomor di kemasan sudah menunjukkan tempat produksinya sebelum nama perusahaannya dibaca.

Kartu catatan izin edar Rose Brand atas nama PT Tunas Baru Lampung Tbk beserta hasil penelusuran panduan boikot
Catatan izin edar Rose Brand dan hasil penelusuran pada panduan boikot resmi, diperiksa 10 Oktober 2026. Grafik: Edaran.ID

Apakah Rose Brand merek impor?

Bukan. Nama yang memakai kata bahasa Inggris memang membuat sebagian pembeli menyangka produknya datang dari luar negeri, tetapi penamaan merek bukan petunjuk kepemilikan.

BACA JUGA:  Apakah Samsung Pro Israel, Cek Sejarah dan Faktanya di Sini

Yang menentukan adalah nama badan hukum yang tercantum di izin edarnya, dan di situ tertulis perseroan yang berkedudukan di Indonesia. Pola sebaliknya juga ada: merek bernama Indonesia belum tentu dimiliki perusahaan dalam negeri.

Karena itu memeriksa kemasan saja tidak cukup. Nomor izin edar yang tercetak di kemasan justru pintu masuk yang paling bisa dipercaya, sebab nomor itu bisa dicocokkan langsung ke basis data resmi.

Apakah Rose Brand masuk daftar boikot?

Tidak. Panduan yang diterbitkan BDS National Committee tidak memuat nama Tunas Baru Lampung maupun Sungai Budi.

Penelusurannya diuji lebih dulu pada tujuh nama yang memang tercantum di sana, yaitu Carrefour, Puma, Intel, Chevron, Siemens, AXA, dan SodaStream. Ketujuhnya ditemukan, jadi hasil kosong untuk Rose Brand bukan karena halamannya gagal terbaca.

BACA JUGA:  Le Minerale Aman dari Boikot, Isu Produk Pro Israel Tidak Benar

Rose Brand juga termasuk merek yang kerap disebut sebagai produk Unilever dalam daftar yang disalin ulang di media sosial. Catatan izin edarnya menunjukkan pendaftarnya perusahaan lain sama sekali.

Bagaimana membandingkannya dengan merek lain?

Pola yang sama berlaku untuk merek sebelahnya. Yang menentukan selalu nama di kolom pendaftar, bukan kesan yang ditimbulkan tulisan di kemasan. Seluruh merek beserta pendaftarnya dikumpulkan dalam satu tabel di penelusuran Edaran.ID soal minyak goreng dan isu boikot.

Dua di antaranya punya cerita sendiri. Bimoli dituding lewat pemegang saham induknya, sedangkan Filma terdaftar dengan nama resmi yang jauh berbeda dari mereknya.***

Cek Berita dan Artikel Edaran.ID lainnya di Google News