Jakarta, Edaran.ID – Gerakan boikot terhadap produk pro Israel atau yang diduga terafiliasi dengan Israel telah mengguncang pasar e-commerce di Indonesia.
Compas.id merilis data terbaru terkait hal ini, yang dikutip edaran.ID, Sabtu (29/6/2024).
Data ini menunjukkan penurunan signifikan dalam penjualan Fast Moving Consumer Goods (FMCG) melalui platform Shopee dan Tokopedia selama periode kampanye.
Menurut Compas.id, pada rentang waktu 19 Mei hingga 15 Juni 2024, penjualan produk dari 206 merek yang disinyalir terafiliasi dengan Israel mengalami penurunan sebesar 3 persen.
Atau turun dari 6.884.802 produk menjadi 6.673.745 produk.
Penurunan paling tajam tercatat pada minggu pertama Juni, di mana sektor FMCG mengalami penurunan sebesar 7 persen.
“Data ini menunjukkan bahwa konsumen yang mengikuti ajakan boikot cenderung mengalihkan preferensi mereka ke merek lokal yang tidak terafiliasi dengan Israel,” ungkap seorang analis Compas.id.
Dalam sektor perawatan dan kecantikan, beberapa merek global seperti A, B, dan C yang terdampak boikot mengalami penurunan penjualan masing-masing 5,5 persen, 3,6 persen, dan 1,5 persen.
Sementara di sisi lain perusahaan lokal asal Indonesia, justru mengalami keuntungan.
Seperti Wings Group mengalami lonjakan penjualan hingga 21,8 persen.
Perusahaan lain seperti Paragon Technology and Innovation, Kinocare Era Kosmetindo, dan Tempo Scan juga mencatat pertumbuhan positif.
Di kategori makanan dan minuman, Mayora Group menjadi salah satu yang terbesar diuntungkan dengan peningkatan penjualan sebesar 9 persen.
Kemudian diikuti oleh Wings Group dengan kenaikan 4,7 persen.
Sedangkan di kategori kesehatan, Wings Group juga menunjukkan peningkatan signifikan dengan lonjakan penjualan mencapai 28,9 persen.
“Wings Group, yang memiliki portofolio produk yang luas dari makanan dan minuman hingga perawatan pribadi, menjadi salah satu pemenang dalam periode ini,” tambah analis tersebut.
Sebelumnya, gerakan boikot produk pro Israel atau yang diduga terafiliasi dengan Israel dikampanyekan masyarakat dunia, termasuk di Indonesia.
Pasalnya, serangan Israel ke Gaza dinilai sudah sangat berlebihan.***






