RINGKASAN CEPAT
- Produsennya CS2 Pola Sehat, pabrik di Batu Ceper, Tangerang, dan izin edarnya tercatat resmi di BPOM.
- Perusahaan itu bagian dari OT Group, kelompok usaha Indonesia pemilik merek Tango, Formula, Kiranti, dan Teh Gelas.
- Panduan boikot resmi BDS tidak memuat Crystalline maupun OT Group, sementara Carrefour dan Puma tercantum di sana.
Edaran.ID – Seruan boikot produk yang dianggap terafiliasi dengan Israel membuat sejumlah merek air minum kemasan ikut dipertanyakan, termasuk Crystalline.
Jawaban langsung: Crystalline adalah produk Indonesia. Air minum kemasan bermerek OT Crystalin itu terdaftar di BPOM atas nama PT CS2 Pola Sehat, produsen yang berkantor di Tangerang dan bernaung di bawah OT Group. Namanya juga tidak muncul dalam panduan boikot resmi gerakan BDS. Artikel ini merinci siapa produsennya, nomor izin edarnya, dan cara memeriksanya sendiri.
Crystalline produk mana dan buatan PT apa?
Buatan PT CS2 Pola Sehat. Dalam basis data cek produk BPOM, merek ini terdaftar dengan ejaan OT Crystalin, dengan PT CS2 Pola Sehat tercatat sebagai pendaftar sekaligus produsennya. Alamat yang tercantum adalah Jalan Yos Sudarso Nomor 143, Kebon Besar, Batu Ceper, Tangerang, Banten.
Perusahaan yang sama juga mendaftarkan sederet merek lain yang dikenal milik OT Group, antara lain OT Yoohoo, Seruput, Garantea, dan Vita Jelly. Kesamaan pendaftar inilah yang menegaskan posisi Crystalline di dalam kelompok usaha tersebut.
Beberapa izin edar yang tercatat atas nama perusahaan itu:
| Nomor izin edar | Kemasan | Berlaku sampai |
|---|---|---|
| MD 122882011000309 | Botol PET 200 ml sampai 1,5 liter | 3 Juli 2029 |
| MD 265210297243 | Galon plastik 5, 6, 12, dan 19 liter | 5 September 2027 |
Sumber: cekbpom.pom.go.id, diperiksa 9 Oktober 2026.
Ada pula registrasi lama yang memakai ejaan “OT Crystalline” untuk kemasan galon 19 liter. Perbedaan ejaan itu penting diketahui: mencari “crystalline” di BPOM bisa saja tidak memunculkan produk yang dimaksud, sementara “crystalin” memunculkannya.
Apakah Crystalline masuk daftar boikot BDS?
Tidak. Panduan boikot yang diterbitkan BDS National Committee membagi sasarannya ke tiga kategori: boikot konsumen yang dikampanyekan langsung, boikot organik yang tumbuh dari akar rumput, serta sasaran kampanye tekanan. Penelusuran Edaran.ID pada halaman itu tidak menemukan Crystalline, Crystalin, Orang Tua, OT Group, maupun PT CS2 Pola Sehat.
Agar hasil nol itu bisa dipercaya, pencarian yang sama diuji pada nama yang memang ada di sana. Carrefour, Puma, Intel, Chevron, Siemens, AXA, dan SodaStream semuanya muncul. Jadi ketiadaan Crystalline bukan karena halamannya gagal terbaca.
OT Group itu perusahaan apa?
OT adalah singkatan dari Orang Tua. Menurut situs resminya, kelompok usaha ini berdiri sejak tahun 1940-an dan berkantor pusat di OT Building, Jalan Lingkar Luar Barat, Cengkareng, Jakarta Barat.
Selain air minum kemasan, OT Group menaungi merek yang banyak dikenal pembeli Indonesia, di antaranya Tango, Formula, Kiranti, Teh Gelas, Fullo, dan Vita Jelly. Seluruh merek itu terdaftar dan diproduksi di dalam negeri.
Bagaimana cara mengecek sendiri produsen sebuah merek?
Daftar boikot yang beredar sebagai tangkapan layar biasanya tidak menyebut sumber. Memeriksanya sendiri sebenarnya tidak sulit:
- Buka cekbpom.pom.go.id, lalu cari nama merek atau nama produknya. Coba juga ejaan lain kalau hasilnya kosong.
- Baca kolom Pendaftar dan Produsen. Di situlah nama badan hukum dan alamat pabriknya tercantum.
- Cari nama perusahaan induknya, bukan nama produk, pada panduan resmi di bdsmovement.net.
- Bandingkan dengan pernyataan resmi perusahaan dan dokumen publik lain seperti laporan tahunan.
Pertanyaan serupa muncul untuk merek lain. Edaran.ID sebelumnya menelusuri status boikot Wings Group, kaitan Mayora dengan Le Minerale, serta daftar pasta gigi produksi dalam negeri.
Kenapa isu boikot ini sampai muncul?
Gelombang aksi bela Palestina diikuti seruan memboikot produk yang dianggap mendukung Israel, dan daftar merek pun beredar cepat di media sosial. Daftar semacam itu umumnya tidak mencantumkan sumber, tidak bertanggal, dan mencampur perusahaan yang benar-benar jadi sasaran kampanye dengan merek yang hanya terdengar asing di telinga.
Air minum kemasan termasuk yang paling sering terseret, karena namanya berbahasa Inggris dan kemasannya mirip satu sama lain.***
