Edaran.id – Gerakan boikot produk pro Israel kembali menjadi perbincangan hangat saat ini.
Itu setelah agresi Israel ke Gaza semakin intens belakangan ini.
Di Indonesia, aksi bela Palestina kembali digelar, Sabtu (1/6/2024).
Aksi ini dilakukan dengan berunjuk rasa di depan kantor Kedubes Amerika Serikat (AS) di Jakarta.
Namun, ada hal yang perlu diperhatikan sebelum melakukan gerakan boikot.
Karena jangan sampai produk dalam negeri juga terkena imbasnya. Seperti yang menimpa beberapa produk di Indonesia.
Seperti misalnya produk Mayora, termasuk juga Le Minerale.
Selain itu, salah satu produk PT Mayora Indah Tbk yang banyak ditanyakan adalah Biskuit Roma.
Banyak yang mencari tahu, apakah Biskuit Roma merupakan produk Israel atau bukan.
Biskuit Roma Produk Asli Indonesia
Biskuit Roma merupakan salah satu produk biskuit dari PT Mayora Indah Tbk, perusahaan terbuka berkode MYOR yang didirikan Jogi Hendra Atmadja pada 1977. Jadi pemilik merek Roma, termasuk varian Roma Kelapa yang paling dikenal, adalah perusahaan Indonesia itu sendiri.
Dikutip dari website resminya, PT. Mayora Indah Tbk. (Perseroan) didirikan pada tahun 1977.
Pabrik pertamanya berlokasi di Tangerang dengan target market wilayah Jakarta dan sekitarnya.
Biskuit Roma sendiri memiliki banyak varian, seperti Roma Marie Susu, Roma Marie Susu Gold, Roma kelapa, Roma Kelapa Cream, Roma Sandwich, Roma Malkist, Roma Malkist Abon, Roma Malkist Coklat, Roma Malkist Krim Keju Manis, Roma Malkist Krim Tiramisu, Roma Malkist Zuperrr Keju, Roma Cream Creakers.
Selain Biskuit Roma, Mayora juga memproduksi Biskuit Royal Choice, Better, Slai O Lai, Sari Gandum, Sari Gandum Sandwich, Coffeejoy, dan lain-lain. Seluruh nama mereknya, dari kembang gula sampai kopi, dikumpulkan di daftar produk Mayora.
Sehingga dipastikan jika Biskuit Roma bukanlah produk Israel. Penelusuran Edaran.ID pada panduan boikot resmi gerakan BDS juga tidak menemukan nama Mayora maupun merek turunannya, dan rinciannya ada di halaman soal status boikot Mayora.
Sebelumnya, air minum Le Minerale juga sempat diserang isu boikot. Status kepemilikannya ternyata tidak sesederhana yang beredar, dan dibahas di penelusuran soal Le Minerale dan Mayora.
Namun, hal tersebut dengan cepat dibantah oleh manajemen Mayora. ***
