Techno  

HyperOS 4 Belum Punya Jadwal untuk Indonesia

Deretan unit pajangan Xiaomi 17 Ultra di meja gerai, label bertuliskan xiaomi 17 Ultra dengan titik merah Leica, satu unit terpasang aksesori grip kamera Leica, beberapa unit Xiaomi lain digantung di penyangga pada baris belakang
Foto: 茅野ふたば / Wikimedia Commons, CC BY-SA 4.0

EDARAN.ID – Xiaomi sudah menjalankan beta global HyperOS 4 sejak 15 September 2026, tetapi sampai 1 Oktober 2026 belum ada satu pun pengumuman jadwal versi stabil, baik untuk pasar global maupun untuk Indonesia. Halaman HyperOS resmi Xiaomi Indonesia sendiri masih memuat HyperOS 3, tanpa menyebut HyperOS 4 sama sekali.

Sejauh mana HyperOS 4 sudah berjalan?

Pemberitaan soal HyperOS 4 mudah membingungkan karena empat hal berbeda sering tercampur: jadwal pasar China, program beta global, rilis stabil global, dan Indonesia. Keempatnya jalur yang terpisah, dan hanya dua di antaranya yang sudah punya pengumuman resmi Xiaomi.

Data per 1 Oktober 2026, sumber: Xiaomi
Jalur Status Dasarnya
China daratan Halaman resmi HyperOS 4 sudah tayang Catatan kaki halaman HyperOS 4 Xiaomi menyebut informasi di sana berlaku untuk HP dan tablet Xiaomi serta REDMI di China daratan
Beta global Berjalan sejak 15 September 2026 Pengumuman akun resmi Xiaomi HyperOS di Komunitas Xiaomi, bertanda tangan Xiaomi HyperOS Team
Stabil global Belum diumumkan Halaman HyperOS global Xiaomi masih memuat HyperOS 3; alamat halaman HyperOS 4 versi global belum ada
Indonesia Belum diumumkan Halaman HyperOS Xiaomi Indonesia masih HyperOS 3 berikut jadwal peluncuran 2025-nya

Xiaomi menyebut sendiri bahwa beta ini dipakai untuk memoles sistem “menjelang rilis stabil resmi”, tanpa menyertakan tanggal. Tanggal yang beredar di pemberitaan, termasuk target Oktober 2026, tidak berasal dari pengumuman Xiaomi mana pun yang bisa dibuka hari ini.

HP mana yang sudah kebagian?

Tujuh model, semuanya kelas atas, dan semuanya hanya dalam status beta. Gelombang pertama bergulir 15 September 2026 untuk Xiaomi 17 Ultra, Leica Leitzphone powered by Xiaomi, dan Xiaomi 17. Gelombang kedua menyusul 21 September 2026 untuk Xiaomi 17T Pro, Xiaomi 17T, Xiaomi 15 Ultra, dan Xiaomi 15.

Dua catatan penting dari daftar itu. Pertama, tidak ada satu pun REDMI maupun POCO di dalamnya, padahal dua lini itulah yang paling banyak beredar di Indonesia. Kedua, pembaruannya tidak dikirim ke semua pemilik model tersebut, hanya ke peserta yang mendaftar dan lolos seleksi lewat aplikasi Komunitas Xiaomi. Xiaomi juga membatasi program ini pada perangkat versi Global dan EEA.

Syarat lain yang disebut Xiaomi di halaman tanya jawab resminya: perangkat harus sudah berada di versi HyperOS 3 terbaru, dan setelah naik ke HyperOS 4 beta, turun kembali ke HyperOS 3 tidak bisa lewat pembaruan biasa, melainkan harus lewat flashing di pusat layanan resmi.

Xiaomi 15 Ultra, salah satu dari empat model gelombang kedua beta global HyperOS 4. Foto ini memperlihatkan punggung perangkat, bukan tampilan HyperOS 4. Foto: Andreas Fuchs/Weber Shandwick / Wikimedia Commons, CC BY-SA 4.0

Apa yang baru di HyperOS 4?

Xiaomi membagi perubahannya ke tiga pilar: performa, estetika, dan interaksi. Di sisi tampilan, tekstur sistem barunya bernama Soft Light Glass, bukan “Liquid Glass” seperti yang banyak ditulis media. Layar kunci bisa diatur ukuran dan posisi jamnya, notifikasi ditumpuk berlapis, dan folder di layar utama bisa diseret menjadi ukuran 1×1, 1×2, 2×1, 2×2, atau 4×2.

Di sisi dapur pacu, Xiaomi menyebut dua teknologi inti bernama Precision Workload Scheduling dan Memory Preloading. Angka yang dirilisnya: jumlah instruksi sistem turun 14,7 persen secara keseluruhan, memori yang tersedia naik 33 persen setelah delapan jam pemakaian beruntun, waktu pindai 10.000 foto di Galeri berkurang 90 persen, dan frame yang terbuang berkurang 30,3 persen. Semua angka itu datang dari laboratorium internal Xiaomi dan diuji di Xiaomi 17 Ultra, jadi bukan hasil pengukuran pihak ketiga.

Dua hal yang beredar luas justru tidak ada di pengumuman global Xiaomi. Pertama, versi Android yang menjadi dasarnya tidak pernah disebut di pengumuman itu; label “Android 17” berasal dari pemberitaan, bukan dari Xiaomi. Kedua, asisten Super XiaoAI 2.0 berbasis model bahasa MiMo memang tercantum di halaman resmi Xiaomi, tetapi halaman itu khusus China daratan. Fitur AI yang disebut untuk global lebih sempit: AI Voice Note di aplikasi Catatan dan peningkatan AI Speech Recognition.

Lihat juga: rencana peluncuran global Xiaomi 15 Ultra dan POCO X7 dan X7 Pro yang resmi tersedia.

Kapan masuk Indonesia?

Belum ada jawabannya, dan itu bukan kesimpulan dari ketiadaan berita. Halaman HyperOS resmi Xiaomi Indonesia per 1 Oktober 2026 masih berjudul HyperOS 3 dan masih memajang jadwal peluncuran HyperOS 3 untuk 2025. Halaman depan mi.co.id pun masih memasang panel Xiaomi HyperOS 3, meski di saat yang sama mempromosikan Xiaomi 17 Ultra. Halaman HyperOS global berada di kondisi yang sama.

Artinya, pemilik Xiaomi, REDMI, dan POCO di Indonesia yang perangkatnya masih di HyperOS 3 belum kehilangan apa pun. Daftar perangkat untuk versi stabil belum terbit, dan daftar beta global pun belum menyentuh REDMI maupun POCO.

Yang pasti berikutnya adalah pengumuman rilis stabil. Xiaomi sudah menyatakan di pengumuman program beta globalnya bahwa perangkat yang didukung akan bertambah bertahap selama masa beta, dan program beta berakhir begitu versi resmi terbit. Sampai itu terjadi, daftar resmi HyperOS 4 untuk pasar global tetap berisi tujuh model beta di atas.

***

Exit mobile version