Techno  

Kekurangan iPhone 11 yang Perlu Diketahui Sebelum Membeli, Jangan Sampai Menyesal

Ahmad Mugny
iPhone 11. (Foto: Youtube Matthew Moniz)

EDARAN.ID – iPhone 11 merupakan seri iPhone paling murah yang dijual di toko resmi Apple saat ini.

HP ini bahkan pernah dijual dengan harga Rp 5 jutaan saja, namun melansir laman resmi iBox, Minggu (16/6/2024), harga iPhone 11 naik lagi.

iPhone 11 penyimpanan 64 GB saat ini dijual dengan harga Rp 6.249.000.

Sedangkan iPhone 11 penyimpanan 128 GB dijual dengan harga Rp 7.499.000.

Meski pun harganya sudah terbilang jauh lebih murah dari saat pertama diluncurkan, sebaiknya ketahui beberapa kekurangan iPhone 11.

BACA JUGA  Hanya Dijual dengan Harga Rp 1,3 Juta di Bulan April 2024, Begini Spesifikasi HP Vivo Y03

Jangan sampai menyesal ketika membeli HP yang dirilis tahun 2019 lalu ini.

Salah satu kritik utama terhadap iPhone 11 adalah desainnya poninya yang cukup besar di bagian layar.

Keberadaan poni besar ini dinilai cukup mengganggu.

Selain itu, iPhone 11 dikenal sebagai salah satu iPhone yang memiliki ketahanan baterai yang baik.

Hanya saja, chargernya hanya mendukung pengisian 5W.

Dibandingkan dengan teknologi pengisian cepat HP terbaru saat ini, maka teknologi pengisian daya iPhone 11 ini masuk kategori ketinggalan jauh.

BACA JUGA  Ini Bocoran Desain iPhone SE 4, iPhone Harga Murah yang Segera Hadir

Batrai HP ini hanya meningkat sebesar 18% setelah 30 menit pengisian dan membutuhkan hingga 4 jam untuk pengisian penuh.

Ini tidak mendukung era yang saat ini dirancang serba cepat.

Bukan hanya itu, kekurangan iPhone lainnya berada pada teknologi layar yang digunakan.

iPhone 11 masih menggunakan teknologi layar IPS LCD dengan refresh rate standar 60 Hz.

Di mana teknologi ponsel saat ini sudah berkembang ke layar OLED atau HDR.

BACA JUGA  Harga iPhone 13 Pro Max 128 GB Diskon 26 Persen di iBox, iPhone 11 Turun Lagi

Teknologi OLED yang dapat memberikan kualitas gambar yang lebih tajam dan warna yang lebih hidup.

Selain itu, absennya dukungan HDR pada layar juga menjadi pertimbangan penting, mengingat banyaknya konten multimedia saat ini yang mendukung format HDR untuk pengalaman visual yang lebih memukau.***