Techno  

Daftar Restoran yang Diboikot BDS Indonesia Karena Pro Israel

Muhammad Irwan
Suasana restoran McDonald yang kosong akibat aksi boikot produk Pro-Israel di Mesir akibat pemboman Israel di Gaza di tengah konflik yang sedang berlangsung antara Israel dan kelompok Islam Palestina Hamas, di Kairo, Mesir, 20 November 2023. REUTERS /Mohamed Abd El Ghany

Edaran.id – Sejumlah restoran masuk dalam daftar boikot BDS Indonesia.

Restoran tersebut diboikot karena diduga pro Israel atau terafiliasi dengan Israel.

Gerakan boikot ini sebagai wujud aksi bela Palestina, yang saat ini terlibat konflik politik dengan Israel.

Serangan Israel ke Gaza dinilai sudah berlebihan karena telah membombardir tenda pengungsi Palestina di Rafah lewat serangan udara.

BACA JUGA  Mayora dan Air Le Minerale hingga Biskuit Roma Produk Pro Israel atau Bukan, ini Fakta yang Sebenarnya

Kejadian itu pun menuai kutukan dari masyarakat dunia, bukan hanya di Indonesia.

BDS Indonesia melalui akun Instagramnya @gerakanbds, pada 16 Maret 2024, mengupdate informasi produk yang diboikot.

Untuk restoran, dikutip, Rabu (5/6/2024), yakni McDonalds, Pizza Hut, Burger King dan Domino’s.

Kemudian juga ada gerai kopi Starbucks.

BACA JUGA  7 Merek Minyak Goreng ini Masuk Daftar Boikot Karena Diduga Pro Israel

Meski tidak ada pernyataan resmi, namun kebijakan perusahaannya tetap mendukung genosida Israel yang terungkap di berbagai media.

13 Negara Tolak Wisatawan dari Israel

Sebanyak 13 negara telah menyatakan menolak wisatawan dari Israel.

Negara tersebut yakni Maldives, Aljazair, Bangladesh, Brunei, Iran.

BACA JUGA  Apakah Samsung Pro Israel, Cek Sejarah dan Faktanya di Sini

Kemudian ada Irak, Kuwait, Lebanon, Libya, Pakistan, Arab Saudi, Suriah, dan Yaman.

Presiden Maldives alias Maladewa, Mohamed Muizzu, membenarkan pelarangan tersebut.

Muizzu juga mengumumkan kampanye penggalangan dana nasional yang disebut “Warga Maldives dalam Solidaritas dengan Palestina”.

Di Indonesia sendiri,belum ada kebijakan resmi terkait hal tersebut. Namun, Indonesia sebelumnya memang tidak memiliki hubungan diplomatik dengan Israel.***