Market  

Daftar Minyak Goreng Asli Indonesia yang Tidak Masuk Daftar Boikot Produk Pro Israel

Muhammad Irwan
Ilustrasi berbelanja minyak goreng di toko ritel.

EDARAN.ID – Gerakan boikot terhadap produk-produk yang terafiliasi dengan Israel semakin meningkat di seluruh dunia.

Salah satunya terjadi di Indonesia. Sejumlah produk masuk dalam daftar boikot oleh BDS Indonesia, tak terkecuali minyak goreng.

Beberapa merek minyak goreng yang beredar di Indonesia, diduga memiliki keterkaitan dengan Israel.

BACA JUGA  7 Merek Minyak Goreng ini Masuk Daftar Boikot Karena Diduga Pro Israel

Namun, tidak perlu khawatir, karena masih ada beberapa merek alternatif yang yang merupakan minyak goreng asli buatan Indonesia.

Berikut daftar minyak goreng yang diproduksi oleh pengusaha lokal, seperti dikutip dari berbagai sumber, Kamis (13/6/2024):

1. Minyak Goreng Filma: Diproduksi oleh PT Sinar Mas Agro Resources and Technology Tbk (PT SMART Tbk), minyak goreng ini telah hadir selama 25 tahun di Indonesia dan juga diekspor ke pasar internasional.

BACA JUGA  Tidak Masuk Daftar Boikot Produk Pro Israel, Minyak Goreng Bimoli Ternyata Singkatan Nama Kota di Sultra

2. Minyak Goreng Bimoli: Merek dagang minyak goreng Indonesia ini diproduksi oleh PT Salim Ivomas Pratama Tbk, yang merupakan bagian dari grup PT Indofood Sukses Makmur Tbk. Diluncurkan pada tahun 1968, Bimoli menjadi salah satu merek minyak goreng yang populer di Indonesia.

3. Minyak Goreng Tropical: Diproduksi oleh PT Bina Karya Prima, minyak goreng Tropical telah mendapatkan sertifikat izin dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) serta label halal MUI, menegaskan keaslian produk ini sebagai produk lokal.

4. Minyak Gorengan Sania: Diproduksi oleh Wilmar Group di Gresik, minyak goreng Sania merupakan produk dari Wilmar Nabati Indonesia yang telah lama menjadi pemain utama dalam industri pengolahan kelapa sawit di Indonesia.

BACA JUGA  Harga Terbaru Samsung Galaxy A35 5G, Ada Diskon Rp 200 Ribu Ditambah Silikon Case Gratis

Dengan memilih produk-produk ini, konsumen dapat ikut serta dalam upaya mendukung kemandirian ekonomi dan produk-produk Indonesia dan mendukung gerakan boikot produk pro Israel.***